Nama bayi 4 bulan ini terpaksa diganti akibat sulit diucapkan,

Nama adalah doa. Maka dari itu, orangtua pasti memberikan nama anaknya yang paling baik. Ada yang mengambil kata nama bayi dari bahasa sanskerta, Nama bayi bahasa arab, dan ada juga nama bayi dari berbagai bahasa. Ada pula orangtua yang memberikan sebuah nama langka sehingga hampir pasti tidak ada yang menyamainya. Ini adalah bentuk pemberian terbaik juga kepada titipan Tuhan tersebut.

Pasangan Carri Kesler dan suami yang memiliki bayi berusia 4 bulan diberi nama Ottilie. Dirilis dari buzzfeed, Senin (22/8), setelah banyak orang kesulitan dalam mengucapkan secara benar, nama anak keduanya itu diubah menjadi Margot Mae. Ottilie merupakan nama Jerman, penyebutan benarnya adalah 'OTT-ti-lie'. Nama ini dianggap cantik, unik dan tidak ada yang menyamai. Mungkin di indonesia pasti bakal banyak pertanyaan dari pihak kelurahan saat mengurus akte kelahiran sang anak.

Ottilie sebenarnya nama seorang mantan kolega Carri. Nama itu terasa nyaman di telinga sejak pertama kali mendengarnya. Namun setelah bayinya lahir, orang-orang cenderung salah mengucapkan namanya. Banyak orang yang memanggil putrinya 'Oddily'. Sebagian lain memanggilnya dengan 'si bayi' atau 'Ollie'. Carri keberatan dengan panggilan itu.

foto by : brilio.net


"Jelas kami tidak menyebarkan nama itu sebelum putri kami lahir, karena kami tidak menyadari ini sampai mulai memperkenalkan dia, dan orang-orang justru bertanya-tanya,'Siapa tadi namanya?'," terang Carri.

Penggantian nama putrinya itu disebarkan via email kepada banyak kenalannya. Respon dari koleganya positif terhadap nama baru tersebut. 

Meskipun telah mengganti nama, namun mereka masih menyukai nama Ottilie karena terdengar indah. Anak pertama Carri berusia 3 tahun dan bernama Hadley. Beruntung nama sang kakak ini tidak bermasalah sejauh ini. Sehingga kalau di indonesia saat memasuki Sekolah PAUD bakal jadi ejekan teman sekelasnya.

Source : https://www.brilio.net/duh/akibat-sulit-diucapkan-nama-bayi-4-bulan-ini-mesti-diganti-1608220.html

Daftar Perizinan Memulai Usaha Secara online

Pemerintah pimpinan Joko Widodo (Jokowi) hari ini mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid XII. Tujuan paket ekonomi ini adalah memudahkan UKM untuk memulai usahanya. Dalam daftar paket tersebut dipaparkan, sejumlah perubahan indikator memulai usaha (starting a business) di Indonesia. Salah satunya penyederhanaan pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Berikut perubahan prosedur dan perizinan memulai usaha di Indonesia:
  •     Pesan nama perusahaan sebelumnya memerlukan waktu 4 hari kerja dengan biaya Rp 200.00. Kemudian ada pembayaran PNBP (penerimaan negara bukan pajak) pesan nama yang membutuhkan waktu 1 hari kerja dengan biaya Rp 1 juta. Sekarang pengajuan nama perusahaan, pembayaran pesan nama, penerbitan izin penggunaan nama perusahaan dilakukan dalam satu sistem pelayanan di www.ahu.go.id dengan waktu hanya 2 hari kerja dan biaya Rp 200.000
  •     Pembuatan akta perseroan oleh notaris membutuhkan 2 hari kerja dengan biaya Rp 4-5 juta. Sekarang memperoleh standar akta perusahaan dari notaris hanya 1 hari kerja dengan biaya maksimal Rp 1 juta untuk 1 PT
  •     Pembayaran PNBP pendirian perusahaan membutuhkan 1 hari kerja dengan biaya Rp 1,6 juta. Kemudian pengesahan badan hukum membutuhkan 1 hari kerja tanpa biaya. Sekarang pengajuan izin pendirian badan hukum, penerbitan izin pendirian badan hukum, pembayaran PNBP, dan pengesahan badan hukum hanya membutuhkan 1 hari dengan biaya Rp 1 juta
  •     Pengurusan SIUP membutuhkan 15 hari kerja tanpa biaya, pengurusan TDP membutuhkan 14 hari kerja tanpa biaya, dan pengurusan BPJS Kesehatan membutuhkan 3 hari tanpa biaya. Sekarang pengajuan SIUP, TDP, serta BPJS Kesehatan bisa dilakukan secara online secara satu pintu dan hanya 1 hari kerja saja tanpa biaya.
  •     Pengajuan NPWP dan VAT Collector Number NPPKP (nomor pengukuhan pengusaha kena pajak) bisa dilakukan secara online di https://ereg.pajak.go.id
  •     Daftar BPJS Ketenagakerjaan dipangkas dari 3 hari menjadi 2 hari kerja, secara online

Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II


Sejumlah perubahan ini dilandaskan pada beberapa peraturan yang baru diterbitkan, yaitu:
  •     Permendag No. 14/M-Dag/Per/3/2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan No. 77/M-Dag/Per/12/2013
  •     Peraturan Gubernur DKI Jakarta No.28/2016 tentang Penyederhanaan Persyaratan Perizinan dan Non Perizinan
  •     Instruksi Gubernur DKI Jakarta No.42/2016 tentang Percepatan Pencapaian Kemudahan Berusaha
  •     Peraturan Wali Kota Surabaya No.2/2016 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
  •     Keputusan Kepala BPTSP DKI Jakarta No.31/2016 tentang Pencapaian Target Kemudahan Berusaha
  •     Peraturan BPJS Kesehatan No.1/2016 tentang Tata Cara Pendaftaran, Penagihan, Pembayaran dan Pelaporan Onlne Bagi Peserta Pekerja Penerima Upah dai Badan Usaha Baru dalam rangka Kemudahan Berusaha

Meski baru aturan dari DKI dan Surabaya yang terlihat, namun perubahan prosedur dan perizinan usaha ini harus diikuti oleh semua daerah.

Sumber : http://finance.detik.com/read/2016/04/28/211829/3199384/4/paket-ekonomi-jilid-xii-jokowi-urus-siup-dan-tdp-29-hari-jadi-hanya-1-hari
.

Cara dan Langkah Balik Nama Sertifikat Tanah Waris

Bagaimana Prosedur Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan? Jika Anda yang ingin membeli tanah atau memiliki tanah dengan sertifikat atas nama orang yang sudah meninggal (warisan) maka satu hal yang perlu diketahui, yaitu salah satu syaratnya jika ingin mengubah atau baik nama maka perlu persetujuan(tanda tangan) dari seluruh ahli waris atau semua anak dari orang yang ada di dalam nama sertifikat tersebut. Sebab tanah tersebut secara hukum masih milik bersama. Lalu bagaimana prosedur yang benar untuk balik nama tanah waris?

Bila anda berniat membeli sebuah tanah tapi masih dengan sertifikat atas nama orangtua dari ahli waris usahakan supaya sertifikat tanah tersebut diubah ke nama ahli waris atau salah satu anaknya.

Syarat Balik Nama Sertifikat Tanah Waris


Namun jika tidak memungkinkan, maka perlu minta bantuan si penjual untuk menyiapkan beberapa syarat dokumen jual beli sertifikat ahli waris, diantaranya :

1. Surat kematian dari desa/kelurahan
2. Surat keterangan ahli waris (memerlukan tanda tangan semua ahli waris).

Agar lebih menguatkan status hukum jual beli Anda usahakan semua proses transaksi dilakukan di hadapan pejabat yang berwenang (yaitu PPAT, Camat yang merangkap sebagai PPAT) jangan sekali-sekali melakukan jual beli di bawah tangan. Apabila karena sesuatu hal jual beli belum dapat dilakukan secara resmi dengan akta PPAT (misal harga jual beli belum lunas, belum bersertifikat ), sebaiknya Anda membuat perjanjian pengikatan jual beli terlebih dahulu jangan hanya memegang kwitansi pembayaran uang muka saja.

Sebagai ahli waris dari pemilik objek properti, ahli waris mempunyai kewajiban untuk memproses balik nama sertipikat tanah dalam waktu selambat-lambatnya 6 bulan.

Syarat utama untuk melakukan proses balik nama waris itu adalah meminta surat keterangan Ahli waris dari desa/kelurahan dan dilampiri materai Rp. 6.000,-. Surat itu kemudian diketahui dan ditandatangani oleh semua ahli waris,  2 orang saksi, dan diketahui lurah, dan camat.

biaya balik nama sertifikat tanah warisan


Syarat Peralihan Hak Sertipikat Tanah Waris
  1. Surat Pernyataan waris bermaterai yang ditandatangani oleh 2 orang saksi, ahli waris, lurah, dan camat
  2. Membawa fotocopi surat keterangan ahli waris yang telah dilegalisir ke BPN
  3. Melampirkan KTP masing-masing ahli waris
  4. Ahli waris di bawah umur dilengkapi dengan akte kelahiran, untuk tanda tangan bisa ayah/ibunya yang masih hidup atau saudaranya yang menandatangankan, tapi nama yang tercantum tetap anak yang  bersangkutan.
  5. SPPT Pajak Bumi Bangunan (PBB) yang masih berlaku
  6. Fotokopi surat kematian dari desa/kelurahan
  7. Membayar biaya peralihan hak ke bank yang ditunjuk

Saat melakukan transaksi jual beli tanah usahakan utnuk tidak melakukan jual beli di bawah tangan, lakukanlah jual beli sah dihadapan pejabat yang berwenang (yaitu PPAT, Camat yang merangkap sebagai PPAT) dan harus ada pembayaran atas jual beli tersebut.  Hukum Agraria yang berlaku di negara Indonesia  bersumber dari hukum adat dengan menganut Asas terang dan tunai. Apabila kedua syarat di atas terpenuhi barulah jual beli dikatakan sah menurut hukum.Setelah jual beli dilakukan maka akan dibuatkan Akta Jual Beli, disinilah PPAT berkewajiban mendaftarkan jual beli tersebut ke kantor pertanahan setempat untuk melakukan balik nama ke atas nama pembeli.

Pembeli akan sangat tertolong jika seluruh proses jual beli tanah dilakukan dihadapan Notaris/PPAT  karena Apabila kita membeli tanah tanpa membuat akta PPAT dan tidak dilakukan balik nama maka kita tidak tercantum sebagai pemilik percuma juga jika kita hanya memegang fisik dari sertifikat, jika nama kita tidak tercantum sebagai pemiliknya.

Syarat-Syarat Balik Nama Sertifikat Tanah

  1.     Sertifikat Asli
  2.     Foto Copy KTP Penjual Suami + Istri
  3.     Foto Copy Penjual
  4.     Foto Copy KTP Pembeli Suami + Istri
  5.     Foto Copy KK  Pembeli
  6.     Foto Copy SPPT PBB  Tahun sekarang  Dan 5 Tahun Terakhir (karena Kantor Pertanahan akan mensyaratkan bahwa tanah yang akan di balik nama harus sudah lunas PBB-nya sejak 5 tahun sebelumnya)
Demikian mengenai Syarat Balik Nama Sertifikat Tanah Waris/Warisan yang nama seritifkat sudah meninggal. Semoga bisa membantu memberikan pencerahan. Untuk total biaya Balik Nama Sertifikat Tanah Waris akan berbeda-beda karena tarif Notaris juga berbeda. Sekian dan salam.